Selasa, 09 Februari 2016



  Kematian menjadi suatu yang menakutkan, apalagi diabad modern seperti sekarang
kematian menjadi momok yang menakutkan.
bagaimana tidak, semakin majunya suatu peradaban justru angka kematian semakin bertambah , bukannya berkurang.
di tambah lagi berbagai kematian yang tragis menimpa umat manusia.

kemajuan technologi harus di bayar dengan harga nyawa yang sia sia.
tes uji penemuan obat obatan, kemajuan dibidang alat persenjataan dan majunya bidang ilmu pengetahuan tidak lupa selalu memakan korban nyawa yang tak berdosa. disebabkan tangan tangan yang tidak mensyukuri adanya pengetahuan.

tiada salah islam mengajarkan, bahkan menjadikan suatu wirid di waktu waktu tertentu. bahkan kalau mau meresapi ni'matnya menjalar bagaikan kita menengguk air pegunungan yang belum tercemar.
     
                                               اناللةؤانااليةراجعون  

   Saat kematian tiba,,,
saat itu nafas kita sudah sirna. Hanya tinggal detak kecil ditengah-tengah kerongkongan, juga telah menandakan telah hilangnya seluruh darah kita, menyatu dalam rahsa.

Dalam batin berkehendaklah agar seluruh badan kita luruh menjadi cahaya gilang gemilang tanpa bayangan. Sesudah itu detak kita yang ada telah sempurna, tinggal detak kecil yang ada di jantung.
Seluruh tubuh terasa ngilu dan sakit sehingga pandangan mata jadi kabur, kedipan berhenti, telinga pangleh, hidung mingkus, lidah mangkeret.
Akhirnya cahaya kehidupan pun menjadi suram; semua sirna kita tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa mencium, tidak bisa merasa; Demikian keadaan di alam kematian. hanya batin yang bisa melakukan semuanya, karena semua hukum duniawi  sudah hilang.
(Damar Shashangka "Induk Ilmu kejawen:174).

Akan tetapi ada sebagian orang mencintai kematian. yang konon sakitnya maha dahsyat.
bagaimana tidak dikatakan sakitnya DAHSYAT, semua rahsa dicabut.

semoga menjadikan pelajaran untukkoe.